Proyek Teaching Factory di SMK

 Berikut contoh Proyek Teaching Factory (TeFa) di SMK yang disusun dengan pendekatan manajemen industri, pedagogi vokasi, dan sains terapan, sehingga layak operasional, terukur, dan bernilai ekonomi.


1. Konsep Teaching Factory (TeFa)

Teaching Factory adalah model pembelajaran berbasis produksi/jasa nyata yang:

  • Menyerupai sistem kerja industri

  • Menghasilkan produk/jasa yang bisa dijual

  • Mengintegrasikan PjBL + PKL + kewirausahaan

Prinsip utama:

Belajar sambil bekerja – bekerja sambil menghasilkan nilai


2. Struktur Proyek Teaching Factory

Setiap proyek TeFa idealnya memiliki:

  1. Produk/Jasa nyata

  2. SOP industri

  3. Target produksi

  4. Skema mutu dan K3

  5. Perhitungan biaya & laba

  6. Sistem evaluasi kompetensi


3. Contoh Proyek Teaching Factory (Siap Diterapkan)

A. TeFa Kuliner

Nama Proyek: Dapur Produksi Makanan Sehat Sekolah

Produk:

  • Snack sehat

  • Makan siang sekolah

  • Pesanan katering kecil

Alur Produksi:

  1. Perencanaan menu & gizi

  2. Pengadaan bahan baku

  3. Produksi (HACCP sederhana)

  4. Pengemasan

  5. Distribusi & penjualan

Output Pembelajaran:

  • Produk pangan

  • Laporan HPP

  • SOP kebersihan & keamanan pangan


B. TeFa RPL

Nama Proyek: Unit Jasa Aplikasi & Sistem Sekolah

Produk/Jasa:

  • Aplikasi kas

  • Sistem absensi

  • Website sekolah/UMKM

Alur Kerja:

  1. Analisis kebutuhan klien

  2. Desain sistem

  3. Coding & testing

  4. Implementasi

  5. Maintenance

Output:

  • Aplikasi fungsional

  • Dokumentasi teknis

  • Presentasi ke klien


C. TeFa TBSM / TKR

Nama Proyek: Bengkel Edukatif Sekolah

Jasa:

  • Servis ringan

  • Tune-up

  • Ganti oli

Alur Kerja:

  1. Penerimaan kendaraan

  2. Diagnosa

  3. Servis sesuai SOP

  4. QC & uji jalan

  5. Serah terima

Output:

  • Kendaraan laik jalan

  • Laporan servis

  • Estimasi biaya jasa


4. Contoh TeFa Terintegrasi Kewirausahaan

Nama Proyek: Unit Produksi & Pemasaran Sekolah

Mapel terlibat:

  • Produktif → produksi

  • PKK → bisnis & pemasaran

  • Matematika → costing

  • Informatika → digital marketing

  • PAI → etika usaha

Hasil:

  • Produk/jasa dijual

  • Siswa memahami rantai nilai industri


5. Struktur Organisasi Teaching Factory

Agar profesional, gunakan struktur mini-industri:

  • Manajer Produksi (guru)

  • Supervisor (guru produktif)

  • Tim Produksi (siswa)

  • Quality Control

  • Administrasi & Keuangan

  • Pemasaran


6. Penilaian & Evaluasi TeFa

Penilaian berbasis:

  • Kompetensi teknis

  • Sikap kerja industri

  • Produktivitas

  • Mutu produk/jasa

  • Kerja tim

Instrumen:

  • Rubrik kinerja

  • Lembar observasi

  • Portofolio

  • Penilaian pelanggan


7. Kunci Sukses Teaching Factory di SMK

  1. Produk laku pasar

  2. SOP jelas dan disiplin

  3. Jadwal produksi realistis

  4. Kerja sama industri

  5. Dukungan manajemen sekolah

  6. Keuntungan dikelola transparan


8. Skema Sederhana Keuangan TeFa

  • 60% → Operasional & bahan

  • 20% → Pengembangan unit

  • 10% → Insentif siswa

  • 10% → Kas sekolah/yayasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Camat

Berbagi Keberkahan Hidup : Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Piatu di Bulan Ramadhan