Profil H. Ahmad Nuroni di RSU dr. Slamet Garut
Berikut jabatan/peran H. Ahmad Nuroni di RSU dr. Slamet Garut berdasarkan dokumen resmi yang ditemukan:
📌 Jabatan / Peran
➡️ H. Ahmad Nuroni, S.IP
Jabatan: Kepala Sub Bagian Mobilisasi Dana
di RSU dr. Slamet Garut, Kabupaten Garut. (Scribd)
💡 Penjelasan jabatan (manajerial):
Sebagai Kepala Sub Bagian Mobilisasi Dana, beliau bertanggung jawab atas:
Perencanaan dan pengelolaan dana rumah sakit untuk kebutuhan operasional dan pelayanan kesehatan.
Mobilisasi pendanaan internal dan eksternal, termasuk klaim serta urusan cash flow BLUD rumah sakit.
Koordinasi dengan unit lain, seperti bagian umum dan keuangan untuk memastikan dana tersedia tepat waktu.
Pelaporan kepada pimpinan rumah sakit (Direktur/Manajemen) terkait status dan realisasi dana. (Scribd)
Jabatan ini memiliki peran penting dalam manajemen keuangan rumah sakit, khususnya pada aspek pelayanan publik yang efisien dan akuntabel.
Baik, berikut analisis manajerial jabatan H. Ahmad Nuroni di RSU dr. Slamet Garut, ditinjau dari ilmu manajemen layanan kesehatan dan tata kelola organisasi publik (BLUD).
1. Posisi Strategis dalam Struktur RSUD
Sebagai Kepala Sub Bagian Mobilisasi Dana, peran ini berada pada level manajemen fungsional-keuangan, yang menjadi tulang punggung keberlanjutan operasional rumah sakit.
Dalam rumah sakit pemerintah (RSUD/BLUD), mobilisasi dana bukan sekadar administrasi keuangan, tetapi fungsi strategis yang memengaruhi:
Mutu layanan pasien
Ketersediaan obat dan alat kesehatan
Kesejahteraan SDM kesehatan
Stabilitas operasional rumah sakit
2. Fungsi Manajerial Utama (POAC)
🔹 A. Planning (Perencanaan Keuangan)
Menyusun rencana kebutuhan dana berbasis layanan (service-based budgeting)
Sinkronisasi anggaran dengan volume pasien dan jenis layanan
Antisipasi gap kas akibat keterlambatan klaim (BPJS atau lainnya)
➡️ Ini selaras dengan konsep healthcare financial planning.
🔹 B. Organizing (Pengorganisasian)
Mengelola alur pendanaan internal RS
Koordinasi lintas unit: keuangan, pelayanan medis, farmasi, logistik
Menjaga keselarasan antara kebijakan direktur dan kebutuhan unit teknis
➡️ Berfungsi sebagai financial integrator dalam organisasi rumah sakit.
🔹 C. Actuating (Pelaksanaan)
Menggerakkan proses pencairan dana tepat waktu
Menjaga kelancaran cash flow untuk layanan kritis
Mendukung operasional harian agar tidak terganggu kendala dana
➡️ Dampaknya langsung dirasakan oleh tenaga medis dan pasien.
🔹 D. Controlling (Pengendalian)
Monitoring realisasi anggaran
Pengawasan penggunaan dana sesuai aturan
Menjamin akuntabilitas dan transparansi
➡️ Ini merupakan inti dari good hospital governance.
3. Peran Kunci dalam Skema BLUD
Dalam sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), jabatan ini sangat vital karena:
RS dituntut fleksibel secara keuangan, namun tetap akuntabel
Mobilisasi dana harus cepat, tepat, dan taat regulasi
Kesalahan di level ini berdampak sistemik (layanan terhenti, stok kosong, moral SDM turun)
➡️ Dengan kata lain, peran ini adalah penjaga keseimbangan antara pelayanan dan keuangan.
4. Kontribusi terhadap Mutu Layanan Kesehatan
Secara tidak langsung, H. Ahmad Nuroni berkontribusi pada:
Kontinuitas layanan pasien
Kecepatan respons medis
Ketersediaan sarana dan prasarana
Kepercayaan publik terhadap RSU dr. Slamet Garut
➡️ Ini sejalan dengan pendekatan health system strengthening.
5. Relevansi dengan Pendidikan & Pengembangan SDM
Dari perspektif pendidikan dan manajemen SDM:
Menjadi contoh jabatan non-medis yang berdampak besar
Relevan sebagai studi kasus di:
Pendidikan manajemen rumah sakit
Pelatihan ASN sektor kesehatan
Pendidikan vokasi administrasi kesehatan
6. Pembelajaran Strategis (Best Practices)
Beberapa pelajaran penting:
Layanan kesehatan berkualitas memerlukan manajemen keuangan yang kuat
Jabatan teknis-keuangan adalah aktor kunci, bukan pendukung pasif
Transparansi dan kecepatan dana menentukan kepuasan pasien
Sinergi medis–nonmedis adalah kunci rumah sakit modern.
Komentar
Posting Komentar