Permasalahan MBG ( Makan Bergizi Gratis)

Permasalahan MBG (Makan Bergizi Gratis) dapat dilihat dari beberapa sudut manajemen kebijakan, pendidikan, dan sains gizi, bukan sekadar soal pembagian makanan.


1. Permasalahan Perencanaan & Manajemen

  • Data sasaran tidak akurat
    Risiko salah sasaran (anak mampu ikut, anak rentan terlewat).

  • Perencanaan top-down
    Minim pelibatan sekolah, pesantren, dan komunitas lokal.

  • Ketergantungan APBN/APBD
    Tanpa skema keberlanjutan (koperasi, UMKM, BUMDes).


2. Permasalahan Implementasi di Lapangan

  • Kualitas gizi tidak seragam
    Menu sering fokus kenyang, bukan seimbang (protein, mikronutrien).

  • Distribusi dan logistik
    Makanan tidak segar, keterlambatan, atau tidak sesuai standar higienitas.

  • Keterbatasan SDM pengelola
    Sekolah dibebani tugas tambahan tanpa pelatihan khusus.


3. Permasalahan Pendidikan

  • MBG tidak terintegrasi dengan pendidikan gizi
    Anak makan, tapi tidak paham mengapa makan sehat itu penting.

  • Risiko ketergantungan
    Anak terbiasa menerima, bukan belajar kemandirian pangan.

  • Belum jadi sarana pembelajaran kontekstual
    Padahal bisa diintegrasikan dengan:

    • Projek P5

    • Kewirausahaan sekolah

    • Literasi pangan & kesehatan


4. Permasalahan Sains & Standar Gizi

  • Menu tidak berbasis kebutuhan usia & aktivitas
    Anak SD, SMP, SMK seharusnya berbeda.

  • Kurangnya monitoring dampak kesehatan
    Tidak ada evaluasi rutin: anemia, stunting, IMT, fokus belajar.

  • Potensi food waste
    Menu tidak sesuai selera lokal → banyak terbuang.


5. Permasalahan Tata Kelola & Risiko Moral Hazard

  • Vendor sentralistik
    Menutup peluang UMKM, koperasi, dan dapur lokal.

  • Rawan mark-up & kualitas rendah
    Jika pengawasan lemah.

  • Minim transparansi
    Sekolah dan masyarakat tidak tahu detail anggaran & mutu.


6. Permasalahan Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

  • Tidak menggerakkan ekonomi lokal
    Padahal bisa menyerap:

    • Petani

    • Nelayan

    • UMKM pangan

    • Koperasi pesantren/sekolah

  • Tidak membangun ketahanan pangan jangka panjang


Catatan Strategis

MBG bukan sekadar program makan, tetapi seharusnya:

  • Instrumen pendidikan gizi

  • Pengungkit ekonomi lokal

  • Pilar ketahanan pangan nasional

  • Media pembelajaran karakter (disiplin, sehat, mandiri).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Camat

Berbagi Keberkahan Hidup : Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Piatu di Bulan Ramadhan