Puisi : Meniti Hari

Meniti Hari

Meniti hari
dalam perjalanan berliku
Naik dan turun di atas titian terjal
Tajam… melelahkan…
Ada pahit yang sesekali singgah
Ada jejak yang hilang tanpa bekas

Namun Tuhanku tak pernah jauh
Di balik letih yang membebat
Di balik getir yang menjerat
Ada tangan-Nya yang halus
menuntun langkah yang hampir runtuh

Air mata bukan lagi tanda kalah
Ia hanya bahasa hati
yang masih percaya pada rahmat-Nya

Aku pun belajar tersenyum kembali
Menyulam harap dari serpih-serpih kecewa
Sebab setiap luka membawa pesan
Bahwa Allah lebih tahu jalan terbaiknya

Tak ada yang sia-sia di mata-Nya
Bahkan langkah yang goyah sekalipun
Dicatat sebagai usaha untuk bangkit

Hari-hari mungkin tetap berliku
Tapi keyakinan menjadi pelita
Selama hati berlabuh pada-Nya
Tak ada terjal yang benar-benar menakutkan

Aku melangkah lagi
Pelan… tapi pasti
Dengan doa sebagai bekal
dan ridha-Nya sebagai tujuan akhir
Semoga sampai

dan disambut hangat oleh-Nya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Pokok dan Fungsi Tata Usaha Sekolah

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Camat

Berbagi Keberkahan Hidup : Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Piatu di Bulan Ramadhan