Panduan praktis berbasis prinsip pertolongan pertama (first aid) dan fisiologi pembekuan darah:
Menghentikan perdarahan harus cepat dan tepat. Berikut panduan praktis berbasis prinsip pertolongan pertama (first aid) dan fisiologi pembekuan darah:
๐ฉธ 1. Perdarahan Luar (Luka Terbuka)
✅ Langkah Utama
Tekan langsung luka
Gunakan kain bersih/kasa steril.
Tekan kuat selama 5–10 menit tanpa dilepas.
Jangan sering membuka untuk mengecek karena bisa merusak bekuan darah.
Tinggikan bagian yang terluka
Jika memungkinkan, posisikan lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah.
Balut dengan perban tekan
Jika darah masih merembes, tambahkan kasa di atasnya (jangan lepaskan yang pertama).
Tekan titik nadi (jika berat)
Misalnya di lengan (arteri brakialis) atau paha (arteri femoralis).
๐ Segera ke IGD jika:
Darah menyembur deras (dugaan arteri)
Tidak berhenti setelah 10–15 menit ditekan
Luka sangat dalam
Korban pucat, lemas, berkeringat dingin (tanda syok)
๐ 2. Mimisan (Hidung Berdarah)
Duduk tegak, condongkan badan sedikit ke depan
Jepit bagian lunak hidung selama 10 menit
Jangan mendongak (darah bisa masuk ke tenggorokan)
Jika lebih dari 20 menit tidak berhenti → periksa ke fasilitas kesehatan.
๐ฆท 3. Perdarahan Setelah Cabut Gigi
Gigit kasa steril 30–60 menit
Hindari kumur keras atau minum pakai sedotan
Jika terus berdarah > 2 jam → kembali ke dokter gigi
⚠️ 4. Perdarahan Dalam (Tidak Terlihat)
Gejala:
Nyeri hebat
Perut membengkak
Muntah darah / BAB hitam
Pingsan
➡ Ini kondisi gawat darurat, harus ke rumah sakit segera.
๐งช Catatan Medis Penting
Perdarahan sulit berhenti bisa terjadi pada:
Anemia berat
Kelainan pembekuan (misalnya Hemofilia)
Efek obat pengencer darah (misalnya Warfarin)
Penyakit hati
Komentar
Posting Komentar